CONTOH CYBER PIDANA YANG ADA DI INDONESIA


CONTOH CYBER PIDANA YANG ADA DI INDONESIA

CONTOH CYBER PIDANA YANG ADA DI INDONESIA – Pencurian dan juga penggunaan akun Net orang lain Di antara masalah ISP (Access Provider) adalah keberadaan akun pelanggan mereka yang “digesek” dan juga dimanfaatkan secara tidak sah.

Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, akun “pembobolan” hanya mencatat “userid” dan “kata sandi” saja. Hanya informasi yang digesek. Di sisi lain, orang-orang yang dicuri tidak benar-benar merasakan kehilangan “barang” yang digesek.

Pencurian baru terasa hasilnya jika info ini digunakan oleh mereka yang tidak memiliki kebebasan sipil. Sebagai hasil dari pencurian ini, individu dituduh menggunakan acocunt.

Contoh ini banyak terjadi di ISP. Tapi apa yang pernah ditunjuk adalah memanfaatkan akun curian oleh dua kafe internet di Bandung.

CONTOH CYBER PIDANA YANG ADA DI INDONESIA

Virus

Seperti di berbagai daerah lain, kuda trojan juga tersebar di Indonesia. Penyebaran biasanya dilakukan menggunakan email.

Umumnya orang yang sistem emailnya terkena virus tidak mengetahui hal ini. Virus ini kemudian dikirim ke tempat lain melalui email.

Situasi infeksi ini sangat mirip dengan infeksi Mellisa, aku mencintaimu, dan SirCam. Untuk individu yang terkena virus, kemungkinan besar tidak banyak yang bisa kita lakukan.

Namun, bagaimana jika ada orang Indonesia yang membuat virus (seperti yang berlaku di Filipina).

Penolakan Layanan (DoS) serta Strike DoS Dispersed (DDos)

Serangan DoS adalah serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak mencurahkan perampokan, menyentuh, atau meniru
informasi.

Namun demikian, dengan hilangnya layanan target tidak dapat memberikan solusi sehingga ada kerugian finansial. Apa status serangan DoS ini?

Pikirkan jika seseorang membuat institusi keuangan MESIN ATM tidak berfungsi. Karena itu, pelanggan bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (dan klien) dapat mengalami kerugian ekonomi.

Serangan DoS dapat dialihkan ke server web (sistem komputer) dan juga dapat ditargetkan ke jaringan (investasi kapasitas transmisi). Perangkat untuk melakukan ini tersebar luas secara online.

Serangan DDoS meningkatkan serangan ini dengan melakukannya dari sejumlah (puluhan, ratusan, dan juga ribuan) sistem komputer sekaligus. Dampak yang dihasilkan jauh lebih kuat daripada sekadar serangan DoS.

Pelanggaran Cyber Crime

Pelanggaran Kriminal Terkait dengan Domain

Nama domain (nama domain) digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan dan juga merek dagang.

Namun banyak orang berusaha untuk mendapat untung dengan mendaftar nama domain perusahaan orang lain dan kemudian mencoba menjualnya dengan harga mahal.

Tugas ini menyerupai calo tiket. Istilah yang biasanya digunakan adalah cybersquatting. Masalah lain adalah memanfaatkan nama domain perusahaan pesaing untuk merugikan perusahaan lain. (Situasi: mustikaratu.com)

Kejahatan lain yang terkait dengan domain menghasilkan “nama domain bermain”, terutama domain yang menyerupai nama domain orang lain. (Seperti contoh klikbca.com) Istilah yang digunakan hari ini adalah kesalahan ketik.

IDCERT (Kelompok Tindakan Situasi Darurat Komputer Indonesia)

Salah satu cara untuk menyederhanakan pengelolaan masalah keamanan adalah dengan menghasilkan sistem untuk melaporkan situasi keselamatan.

Masalah keamanan di luar negeri ini mulai diidentifikasi oleh pengembangan “sendmail worm” (sekitar 1988) yang menghentikan sistem email bersih selama waktu itu.

Kemudian dibuatlah Sistem Komputer Darurat. Kelompok Respons (CERT). Sejak itu di berbagai negara lain CERT sebenarnya juga dibentuk untuk menjadi faktor panggilan bagi individu untuk melaporkan masalah keselamatan dan keamanan. IDCERT adalah CERT Indonesia.

Akreditasi Alat Keselamatan dan Keamanan

Perangkat yang digunakan untuk mengatasi keamanan harus memiliki peringkat kualitas tinggi. Instrumen yang digunakan untuk fungsi individu jelas berbeda dari yang digunakan untuk fungsi tentara. Meskipun demikian, sebelumnya tidak ada perusahaan yang mengelola keprihatinan meninjau alat keselamatan dan keamanan di Indonesia. Di Korea ini dikelola oleh Perusahaan Keamanan Info Korea.